Cerita Mitra-Mitra SABDA

Oleh: Evie

Sejak awal berdirinya, YLSA sudah bermitra dengan banyak yayasan lain. Tanpa mereka, YLSA tidak bisa menjadi seperti sekarang ini. Mitra YLSA yang paling pertama adalah OnLine Bible (OLB), Larry P. dari Canada. Dari merekalah Tuhan memberikan visi kepada YLSA untuk mulai membuat software Alkitab pertama berbahasa Indonesia, karena itulah YLSA juga disebut sebagai OnLine Bible Indonesia. Disusul dengan banyak mitra yang Tuhan berikan untuk YLSA bekerja bersama-sama, khususnya yayasan-yayasan penerbit Kristen, seperti Lembaga Alkitab Indonesia, BPK Gunung Mulia, Kalam Hidup, Bina Kasih, Scripture Union Indonesia (dulu PPA), Gloria, dan banyak lagi. Dari sinilah awal kemitraan YLSA yang akhirnya menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Kristen Indonesia. Sejak munculnya internet di Indonesia, semakin banyak lagi mitra-mitra pelayanan YLSA. Sampai saat ini YLSA telah memiliki lebih dari 200 mitra, baik yayasan/organisasi/gereja maupun perorangan. Selain berbagi sumber bahan, ada pula kemitraan dalam hal teknis, sukarelawan, dana, persahabatan, dan lain-lain.

Ya, kami memiliki banyak mitra! Puji Tuhan!

"We can't do it alone!" Itulah semboyan kerja YLSA. Jika selama 25 tahun ini banyak yang sudah mendapatkan berkat dari pelayanan YLSA, sesungguhnya itu semua bukanlah dari usaha kami sendiri. Banyak kolaborasi dan kerja sama untuk menghasilkan software, situs, publikasi, aplikasi, berbagai bahan multimedia, dan lain sebagainya.

Banyak cerita tentang mitra yang membuat saya kagum dengan cara Tuhan mempertemukan kami. Beberapa kemitraan diawali dengan email atau bincang-bincang. Namun, ada pula yang tiba-tiba muncul di kantor YLSA! Seperti cerita mitra dari Litindo, salah satu mitra yang datang dari tempat yang cukup jauh. Entah mengapa, ketika beliau mengirim email kepada kami, email itu ternyata salah alamat sehingga tidak pernah ada balasan dari kami. Puji Tuhan, beliau tidak putus asa, tetapi memutuskan untuk langsung saja datang, bahkan kalau perlu menggedor pintu kantor YLSA! Ketika datang, beliau berkata, "Saya harus bertemu dengan SABDA!" Luar biasa, kalau Tuhan yang menginginkan kami bertemu, maka tidak ada jalan lain kecuali bertemu. Dalam pertemuan tersebut, mata saya sempat berkaca-kaca karena lagi-lagi saya dibuat terperanjat dengan cara kerja Tuhan.

Setiap mitra adalah bukti penyertaan Tuhan dalam menjalankan pelayanan YLSA. Sebagai bagian dari keluarga YLSA, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para mitra yang telah menjadi bagian dari keluarga SABDA, baik dalam suka maupun duka sepanjang 25 tahun ini. Pada persekutuan doa staf, kami juga selalu berdoa bagi mitra-mitra SABDA. Sungguh, YLSA bukan dan tidak mungkin menjadi pemain tunggal dalam pelayanan ini. Para mitra adalah partner kuat pelayanan SABDA karena Tuhan yang mempersatukan kita.

"We can't do it alone! To God be the glory!"

Kontak Kami