Cerita Suara SABDA, Publikasi Digital yang Millenial Friendly

Oleh: Okti

Saat mendapat kabar bahwa 11 publikasi YLSA tidak akan terbit lagi per awal tahun 2019, saya cukup sedih. Maklumlah, saya suka dengan tugas sebagai pemred publikasi YLSA, yang sudah berlangsung semenjak masuk YLSA sekitar 7 tahun lalu. Buat saya, kegiatan mencari, menerjemahkan, menulis, mengedit, menyiapkan, sampai menerbitkan dan mendistribusikannya kepada para pelanggan adalah proses yang mengasyikkan dan tak pernah membosankan. Apalagi, jika kemudian ada surat dari pelanggan atau pengunjung situs yang bunyinya kira-kira seperti ini, "Terima kasih untuk artikelnya. Sangat memberkati." Duh, rasanya senang sekali. Itu berarti, tujuan publikasi untuk menjadi berkat bagi masyarakat Kristen Indonesia tersampaikan.

Publikasi "Suara SABDA" terbit perdana pada awal 2019, tampil dengan gaya digital millenial friendly, alias banyak memberi tampilan visual yang sangat enak untuk dinikmati pembaca, terutama generasi milenial. Jumlah Redaksi Suara SABDA ada 11 orang karena semua PJ pelayanan Digital Resources ikut bergabung bersama-sama menerbitkan Suara SABDA. Jika sebelumnya kami menyiapkan materi dalam HTML teks dan audio saja, sekarang kami juga menyiapkan bahan dalam bentuk quote gambar, GIF, PPt, infografik, IG swipe, video, dan jalur-jalur multimedia lainnya. Bahan-bahan Suara SABDA juga kami sebarkan lewat jalur komunitas media sosial di Facebook, Twitter, Pinterest, maupun Instagram. Bisa dibilang, pekerjaan kami justru bertambah banyak tahun ini.

Nah, jika Anda ingin tahu hasil kerja Tim Digital Resources YLSA, silakan berlangganan publikasi Suara SABDA yang terbit dua kali sebulan. Semoga materi Suara SABDA akan semakin memperlengkapi pelayanan, wawasan, serta pertumbuhan rohani kita, dan tentu saja menjadi berkat bagi pelayanan di ladang Tuhan.

Salam Suara SABDA!

Kontak Kami